Suaraunggul.com – Kabar duka datang dari dunia medis dan media sosial. Dokter sekaligus influencer Azmi Fadhlih meninggal dunia pada Senin (16/12/2024) di Bali. Azmi diketahui wafat akibat pecahnya pembuluh darah di otak atau aneurisma. Informasi ini disampaikan oleh kakak iparnya, Lury Alex Noerdin, melalui pesan langsung di Instagram pada Senin malam.
“Pecah pembuluh darah di otak atau aneurisma,” ungkap Lury saat memberikan keterangan.
Lury juga menambahkan bahwa Azmi telah menunjukkan gejala sakit sebelum kepergiannya. “Sebelumnya almarhum sering mengalami sakit kepala dan terakhir sebelum meninggal sakit kepala hebat,” tuturnya.
Gejala Sakit Kepala Sebelum Meninggal
Sebelum wafat, Azmi sempat mengeluhkan sakit kepala hebat, seperti yang disampaikan oleh pihak keluarga. Gejala tersebut, menurut Lury, sudah dialami Azmi beberapa waktu sebelum kejadian. Meski demikian, tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai apakah Azmi sempat menjalani pemeriksaan medis terkait keluhannya tersebut.
Pecahnya pembuluh darah di otak atau aneurisma merupakan kondisi yang memerlukan penanganan segera. Penyebabnya dapat bervariasi, termasuk tekanan darah tinggi, stres, atau faktor genetik. Namun, detail lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan Azmi belum diungkap oleh keluarga.
Baca juga: Pengesahan Pernikahan Rizky Febian dan Mahalini Ditolak, Harus Nikah Ulang
Jenazah Dipulangkan ke Bandung
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Azmi segera dibawa ke rumah duka di Bandung pada Senin malam. Proses pemulangan dilakukan dengan lancar untuk mempersiapkan prosesi pemakaman di kota tersebut. Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga belum memberikan informasi mengenai waktu dan lokasi pemakaman.
Azmi meninggalkan seorang istri, Lisa Anjayasasi, serta dua anak. Keluarga besar dan para kerabat merasa kehilangan mendalam atas kepergian Azmi yang dikenal tidak hanya sebagai dokter, tetapi juga figur inspiratif di media sosial.
Ucapan Duka Cita Mengalir
Kabar meninggalnya Azmi pertama kali diumumkan melalui akun Instagram Rumah Sakit Pindad, tempat ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kesehatan. Dalam unggahannya, pihak rumah sakit menyampaikan rasa kehilangan dan duka cita mendalam atas kepergian Azmi. Ucapan belasungkawa juga membanjiri media sosial dari kolega hingga para pengikutnya.
“Kami kehilangan seorang dokter yang berdedikasi dan menjadi panutan bagi banyak orang,” tulis salah satu komentar dari pengikutnya di Instagram.
Sebagai influencer, Azmi sering membagikan informasi seputar kesehatan dan gaya hidup sehat kepada para pengikutnya di media sosial. Kontennya yang edukatif dan komunikatif membuatnya dikenal luas, terutama di kalangan generasi muda.
Aneurisma dan Pentingnya Deteksi Dini
Pecahnya pembuluh darah di otak, seperti yang dialami Azmi, sering kali menjadi penyebab kematian mendadak. Kondisi ini biasanya diawali dengan gejala seperti sakit kepala parah, mual, hingga kehilangan kesadaran. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan medis sangat penting, terutama bagi individu dengan riwayat sakit kepala kronis atau faktor risiko lain.
Kepergian Azmi menjadi pengingat bagi banyak orang untuk lebih memperhatikan kesehatan dan tidak mengabaikan gejala-gejala yang tampak ringan namun berpotensi serius. Dunia medis dan media sosial kehilangan sosok inspiratif yang telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.
Azmi Fadhlih akan selalu dikenang atas dedikasi dan kontribusinya, baik sebagai dokter maupun sebagai influencer yang mengedukasi publik. Selamat jalan, dokter Azmi.