Deretan Film Tentang Pemilihan Paus Baru, Antara Sakralitas dan Intrik Politik

by christine natalia
0 comment
64 / 100

Suaraunggul.com – Proses pemilihan Paus baru di Vatikan selalu menjadi momen penting dalam sejarah Gereja Katolik. Di balik dinding-dinding tebal Basilika Santo Petrus, konklaf berlangsung dalam keheningan dan doa. Namun, ketegangan, konflik kepentingan, hingga intrik politik kerap menyelimuti proses tersebut. Fenomena inilah yang kerap menginspirasi sineas dunia untuk mengangkatnya ke layar lebar.

Berbagai film dengan latar konklaf tidak hanya menyoroti aspek religius, tetapi juga menampilkan drama psikologis yang intens, simbolisme sejarah, serta dilema etis para pemimpin gereja. Alur cerita yang sarat tensi dan visual megah membuat tema ini selalu menarik perhatian publik.

Salah satu film terbaru yang mengangkat tema ini adalah “Conclave” (2024). Disutradarai oleh Edward Berger dan dibintangi Ralph Fiennes, film ini menyuguhkan kisah Kardinal Thomas Lawrence yang terjebak dalam pusaran pemilihan Paus usai wafatnya pemimpin tertinggi Gereja secara mendadak. Di tengah ketatnya suasana konklaf, berbagai rahasia tersembunyi dan pertarungan kepentingan mulai terkuak. Film ini menghadirkan narasi tentang kekuasaan dan moralitas dalam balutan atmosfer religius yang intens.

Sementara itu, film “Angels & Demons” (2009), adaptasi dari novel Dan Brown, menampilkan kisah fiktif yang memadukan ketegangan konspiratif dengan latar pemilihan Paus. Tokoh utama, Robert Langdon yang diperankan Tom Hanks, diceritakan harus mengungkap ancaman besar terhadap Vatikan tepat di saat konklaf berlangsung. Cerita ini memadukan unsur sejarah, teka-teki, dan aksi dalam satu kesatuan yang menggugah rasa penasaran.

Berbeda dari dua film sebelumnya, “The Two Popes” (2019) menyajikan drama percakapan antara dua tokoh besar Gereja: Paus Benediktus XVI dan Kardinal Jorge Bergoglio, yang kelak menjadi Paus Fransiskus. Film ini tidak menyoroti proses pemilihan secara langsung, melainkan memperlihatkan dinamika pemikiran, perbedaan nilai, dan perdebatan spiritual antara dua figur yang memiliki visi berbeda tentang masa depan Gereja Katolik.

Pendekatan unik juga dihadirkan dalam film “We Have a Pope” (2011) karya sutradara Nanni Moretti. Mengisahkan Kardinal Melville yang tiba-tiba terpilih sebagai Paus, film ini mengeksplorasi sisi emosional seorang pemimpin yang tidak siap menerima mandat besar. Dibumbui elemen satir dan drama psikologis, cerita ini mengangkat tema kecemasan dan pencarian jati diri dalam konteks spiritual yang dalam.

Tidak ketinggalan, film klasik “The Shoes of the Fisherman” (1968) menyoroti Kiril Lakota, seorang uskup asal Ukraina yang menjadi Paus di tengah ketegangan global era Perang Dingin. Diperankan oleh Anthony Quinn, karakter Lakota menghadapi tekanan besar sebagai pemimpin moral dunia saat konflik internasional mengancam perdamaian.

Secara keseluruhan, film-film bertema konklaf menawarkan gambaran beragam mengenai proses pemilihan Paus, dari sudut pandang spiritual, psikologis, hingga politis. Masing-masing karya memberikan pengalaman sinematik yang membuka wawasan tentang kompleksitas keputusan dalam dunia keagamaan yang tidak sepenuhnya terlepas dari dinamika kekuasaan dan kondisi global.

You may also like

Leave a Comment

Berita Terkini

SuaraUnggul by Suara Unggul team