Drama Korea When The Phone Rings resmi tamat pada 4 Januari 2025 dengan episode ke-12. Namun, penutup cerita ini justru memicu perdebatan panas di linimasa media sosial. Sebagian penonton merasa puas dengan akhir kisah Baek Sae-eon, yang diperankan oleh Yoo Yeon-seok, dan Hong Hee-joo, yang diperankan oleh Chae Soo-bin. Namun, sebagian lainnya kecewa karena drama ini dinilai menyentuh isu sensitif terkait Palestina meskipun menggunakan nama fiktif.
Dalam salah satu adegan terakhir, pembawa berita Na Yu-ri melaporkan bahwa negara fiktif “Paltima” menyerang “Izmael” dan menyandera warga Korea. Berita ini diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat oleh karakter Hong Hee-joo. Meski nama-nama negara tersebut fiktif, banyak penonton yang menyimpulkan bahwa “Paltima” merujuk pada Palestina, sementara “Izmael” diasosiasikan dengan Israel.
Kritik bermunculan karena penggambaran tersebut dinilai tidak sesuai kenyataan. Sejumlah netizen menyoroti bahwa dalam situasi nyata, Palestina adalah pihak yang kerap menjadi korban, bukan penyerang. Hal ini memunculkan dugaan bahwa tim produksi drama berupaya mempromosikan narasi tertentu yang dianggap mendukung propaganda genosida.
Tidak hanya kritik, sejumlah netizen menyerukan boikot terhadap penulis naskah Kim Ji-woon, produser Kwon Sung-chang, dan sutradara Park Sang-woo. Mereka menilai ketiganya bertanggung jawab atas narasi yang dianggap menyudutkan Palestina. Beberapa penonton juga mengungkapkan bahwa sumber asli drama, yakni webtoon yang menjadi dasar cerita, sama sekali tidak menyinggung isu Palestina. Hal ini memperkuat dugaan adanya penyisipan agenda tertentu oleh tim produksi.
Baca juga: Reuni Kim Jung Hyun dan Seohyun di 2024 KBS Drama Awards Akan…
“Saya kecewa. Drama ini awalnya menarik, tapi akhir ceritanya benar-benar tidak pantas,” tulis seorang netizen di platform media sosial. Yang lain menambahkan, “Penggambaran ini jelas menyimpang dari kenyataan. Palestina bukan penyerang, mereka adalah korban.”
Selain kritik terhadap narasi, tim produksi juga menghadapi tuntutan dari netizen untuk memberikan klarifikasi resmi. Banyak yang meminta agar MBC, sebagai stasiun penyiaran, bertanggung jawab atas konten yang telah ditayangkan.
Gelombang kritik terhadap When The Phone Rings tidak hanya muncul di Korea Selatan, tetapi juga menjangkau penonton internasional. Tagar boikot drama dan tim produksinya bahkan sempat menjadi tren di beberapa negara. Penonton berharap MBC segera memberikan penjelasan terkait adegan tersebut dan mempertimbangkan dampak global dari konten yang mereka tayangkan.
Di sisi lain, ada pula penonton yang tetap menghargai aspek-aspek lain dari drama ini, seperti kualitas akting para pemeran dan alur cerita yang menarik sebelum kontroversi mencuat. Namun, sentimen negatif terhadap episode terakhir tetap mendominasi diskusi publik.
Hingga saat ini, pihak MBC maupun tim produksi belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik yang diterima. Penonton dan netizen terus menantikan klarifikasi dari pihak-pihak terkait untuk menjawab berbagai tuduhan yang muncul.
Kontroversi ini menjadi pengingat bagi industri hiburan bahwa sensitivitas terhadap isu global perlu menjadi perhatian serius, terutama dalam era di mana konten dapat dengan mudah diakses oleh audiens internasional. Bagaimana MBC dan tim When The Phone Rings merespons situasi ini akan menjadi penentu langkah selanjutnya dalam perjalanan drama ini.