Suaraunggul.com – Memasuki awal tahun 2025, Instagram kembali menjadi sorotan warganet setelah meluncurkan pembaruan tampilan pada platformnya. Salah satu perubahan yang menuai kritik adalah perubahan format postingan dari rasio 1:1 menjadi 4:5. Langkah ini memicu gelombang keluhan dari pengguna yang merasa pembaruan tersebut mengganggu estetika dan kerapian unggahan mereka.
Perubahan ini berdampak langsung pada banyak pengguna yang selama ini merancang konten dengan rasio 1:1, format yang dianggap ideal untuk menciptakan tampilan profil yang simetris dan menarik secara visual. Tidak sedikit pengguna yang mengeluhkan elemen penting pada gambar atau teks menjadi terpotong akibat perubahan tersebut. Dampaknya, unggahan yang sebelumnya tertata rapi kini terlihat tidak lagi estetis.
Keluhan ini mencuat di berbagai platform media sosial, termasuk di kolom komentar akun Instagram @depok24jam. Salah satu komentar yang mewakili kekecewaan pengguna datang dari akun @ind***, yang menyatakan, “Dulu, karena gw lagi bikin estetik pake ukuran 1:1. Sekarang jadi berantakan.” Sementara itu, akun lain seperti @ris*** menulis, “Yang duuuuuuuuluuuuuuuuuuuu. Yang sekarang aneh, tolong balikin lagi.”

Selain perubahan format rasio postingan, Instagram juga memperkenalkan beberapa pembaruan lain pada elemen tampilan. Salah satunya adalah posisi nama pengguna (display name) yang sebelumnya berada di bawah foto profil kini dipindahkan ke sisi kanan foto profil. Tampilan jumlah postingan, pengikut, dan mengikuti juga mengalami perubahan, dengan penggunaan font yang lebih tipis untuk menciptakan kesan minimalis.
Meskipun perubahan-perubahan ini terkesan sederhana, banyak pengguna yang merasa tidak nyaman. Mereka menganggap desain baru ini menghilangkan elemen khas yang telah menjadi identitas Instagram selama bertahun-tahun. Sejumlah pengguna bahkan mengharapkan agar pihak Instagram mempertimbangkan kembali pembaruan tersebut dan mengembalikan tampilan seperti sebelumnya.
Tidak hanya itu, protes ini menunjukkan betapa pentingnya mendengarkan umpan balik dari komunitas pengguna. Sebagai platform media sosial besar dengan jutaan pengguna aktif harian, keputusan Instagram dalam melakukan perubahan tampilan atau fitur sering kali membawa dampak besar bagi pengalaman penggunanya.
Sementara itu, pembaruan ini juga datang bersamaan dengan fitur-fitur baru yang diujicobakan Instagram pada akhir 2024, seperti kemampuan untuk menyoroti komentar di dalam Story. Terlepas dari protes terkait tampilan, fitur baru ini mendapatkan respons beragam dari komunitas kreator konten.
Seiring perkembangan ini, Instagram tampaknya terus berupaya mengikuti tren desain minimalis dan kebutuhan konten yang lebih dinamis. Namun, respons negatif dari sebagian besar pengguna menunjukkan bahwa ada kesenjangan antara strategi pembaruan perusahaan dan preferensi komunitasnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Instagram sering kali melakukan perubahan besar pada platformnya, termasuk peluncuran fitur-fitur baru seperti Reels dan Threads. Meski sebagian besar pembaruan bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna, kritik seperti yang muncul saat ini menjadi pengingat bagi Instagram untuk lebih bijaksana dalam merancang perubahan yang berdampak luas.
Bagi pengguna yang terdampak oleh pembaruan ini, harapannya sederhana: mereka ingin agar Instagram mengembalikan format rasio 1:1 yang telah lama menjadi ciri khas platform. Apakah Instagram akan mendengarkan keluhan ini atau tetap melanjutkan pembaruan sesuai dengan visi perusahaan? Hanya waktu yang akan menjawab.