Debut 15 Mei 2026, Code of Ashes Bawa Konsep Metalcore Futuristik yang Berbeda

by christine natalia
0 comment
76 / 100

Industri musik AI Indonesia kembali kedatangan wajah baru dengan identitas yang berbeda. Code of Ashes band metalcore beranggotakan empat personel, resmi diperkenalkan sebagai proyek musik terbaru dari Artifintel Soundworks di bawah naungan PT Qudo Buana Nawakara

Menggabungkan agresi hardcore dengan nuansa futuristik, Code of Ashes hadir membawa konsep yang tidak hanya berfokus pada musik keras, tetapi juga eksplorasi identitas manusia di era teknologi modern. 

Bagi Code of Ashes, teknologi bukan sekadar alat, melainkan medium untuk membentuk ulang cara manusia memahami perasaan, pengalaman, dan koneksi.

Nama Code of Ashes sendiri berasal dari dua elemen utama: code yang merepresentasikan sistem, algoritma, dan teknologi terprogram, serta ashes yang melambangkan sisa pengalaman, luka, dan perjalanan masa lalu. Filosofi tersebut menggambarkan lahirnya identitas baru dari proses perubahan dan evolusi.

4 Personel Code of Ashes

Sebagai band metalcore, Code of Ashes menghadirkan karakter sound yang agresif namun tetap terkontrol, memadukan atmosfer digital, riff modern, groove berat, dan emosi yang terasa personal. Identitas tersebut dibangun melalui empat karakter berbeda yang saling melengkapi, menciptakan dinamika musik yang kuat dan khas.

  • ELANG SAMUDRA

    Elang Samudra

    Elang Samudra

Elang Samudra sebagai lead vocalist dalam Code of Ashes. Dengan figur yang tenang dan percaya diri. Elang memiliki karakter vokal deep, gritty, controlled aggression yang menjadi identitas utama Code of Ashes. Ia lebih banyak mengekspresikan dirinya melalui musik, menghadirkan intensitas emosional yang terasa kuat di setiap penampilan.

  • DARIAN AKASHA
Darian Akasha

Darian Akasha

Sementara, Darian Akasha adalah figur yang merancang dan membangun nuansa futuristik yang menjadi ciri khas Code of Ashes. Permainan gitarnya yang teknikal, presisi, dan atmosferik membentuk kombinasi riff modern dengan sentuhan dingin yang intens. Karakternya yang perfeksionis, ditambah penampilan khas dengan rambut silver dan aura futuristik, semakin memperkuat identitas modern dan cinematic dalam musik mereka.

  • DAMAR PRAKOSO
Damar Prakoso

Damar Prakoso

Damar Prakoso berperan sebagai fondasi emosional sekaligus penjaga groove band. Dengan permainan bass bergaya groovy, deep, emotionally grounded, Damar menghadirkan kedalaman yang membuat setiap lagu terasa lebih hidup dan solid. Penampilannya yang klasik dengan sentuhan vintage rock memberi warna soulful yang menjadi penyeimbang di tengah atmosfer modern Code of Ashes.

  • SATRIO WICAKSANA
Satrio Wicaksana

Satrio Wicaksana

Melengkapi keseluruhan energi band, Satrio Wicaksana hadir sebagai sumber tenaga dan dinamika utama. Melalui permainan drum yang powerful, precise, energetic, emotionally driven, Satrio menghadirkan energi yang menjaga intensitas musik tetap hidup. Aura rebel yang ia bawa melalui gaya berpakaian dan karismanya semakin memperkuat identitas rock modern yang berani dan penuh tenaga dalam Code of Ashes.

ALBUM “Ascent”

Band metalcore ini dijadwalkan resmi debut pada 15 Mei 2026 melalui album perdana mereka yang bertajuk “Ascent”. Album ini menjadi langkah awal perjalanan mereka dalam menghadirkan perpaduan metalcore modern, atmosfer futuristik, dan eksplorasi emosional yang menjadi identitas utama band.

Melalui Ascent, Code of Ashes ingin menggambarkan proses perubahan, pertumbuhan, dan evolusi identitas—sebuah perjalanan dari masa lalu menuju bentuk baru yang lebih kuat. Dengan konsep visual yang modern, identitas musikal yang solid, dan filosofi yang kuat, band ini siap menjadi salah satu nama baru yang menarik perhatian dalam skena metalcore Indonesia.

Nantikan perilisan resmi album Ascent dan berbagai konten terbaru dari band metalcore ini melalui channel YouTube Artifintel Soundworks.

You may also like

Leave a Comment

Berita Terkini

SuaraUnggul by Suara Unggul team