Korlantas Polri Perkuat Edukasi dan Penegakan Hukum pada Pekan Kedua Operasi Patuh 2026

by christine natalia
0 comment
57 / 100

JAKARTA – “Kita tidak mengukur keberhasilan dari besarnya jumlah penindakan, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Pol Aries Syahbudin. Pesan itu menjadi poros Operasi Patuh 2026 yang berlangsung serentak pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Kepatuhan berkendara adalah wujud kasih sayang nyata bagi keluarga yang menunggu di rumah dan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan. Memasuki pekan kedua operasi, Korlantas Polri menjadikan pelaksanaan pekan pertama sebagai dasar penguatan langkah di pekan kedua: memastikan edukasi dan penegakan hukum berjalan konsisten dan transparan.

Edukasi Lebih Dulu, Penindakan Jadi Langkah Terakhir

Korlantas Polri mengarahkan Operasi Patuh 2026 untuk membangun kesadaran lebih dulu. Brigjen Pol Aries meminta jajaran mengutamakan edukasi dan pendekatan persuasif, termasuk pelatihan safety riding bagi pengendara sepeda motor dan safety driving bagi pengemudi mobil.

“Operasi ini harus mampu membangun kesadaran hukum masyarakat,” tegasnya.

Dengan arah itu, teguran dan kegiatan edukasi dipandang sebagai bagian dari proses membangun kesadaran, bukan sekadar daftar pelanggaran. Tujuannya, masyarakat tertib bukan karena takut ditilang, tetapi karena peduli terhadap keselamatan. Dengan kata lain, keberhasilan operasi tercermin dari semakin sedikitnya masyarakat yang melakukan pelanggaran.

Pelanggaran Kecil, Taruhannya Keluarga dan Sesama

Operasi Patuh 2026 menyoroti pelanggaran yang kerap dianggap sepele, seperti melawan arus, tidak memakai helm SNI, tidak mengenakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, dan menerobos lampu merah.

Setiap pelanggaran itu memperbesar risiko kecelakaan, dan dampaknya tidak berhenti pada pengendara. Keluarga di rumah ikut menanggungnya, begitu pula pengguna jalan lain yang tidak bersalah.

Karena itu, kepatuhan dimaknai sebagai keputusan untuk melindungi orang tercinta. Helm yang terkunci rapat, sabuk pengaman yang terpasang, ponsel yang disimpan selama berkendara, jalur yang dipatuhi, dan lampu merah yang dihormati adalah cara sederhana untuk memastikan setiap orang pulang.

Korlantas Polri mengajak masyarakat mengikuti ikrar tertib berlalu lintas dan membagikan pesan keselamatan untuk keluarga. Pengendara menaati aturan tanpa menunggu kehadiran petugas, dan keluarga saling mengingatkan sebelum anggotanya berangkat.

Korlantas Polri menjaga konsistensi edukasi dan penegakan hukum yang transparan agar budaya keselamatan terus tumbuh, bahkan setelah operasi berakhir pada 8 November.

Setiap perjalanan punya tujuan, dan tujuan terpenting adalah sampai dengan selamat.

Sumber: Korlantas Polri

You may also like

Leave a Comment

Berita Terkini

SuaraUnggul by Suara Unggul team