Dari TKP hingga Penindakan, Begini Kompetensi Teknis yang Mendukung Kerja URC #ReserseBekerja

by christine natalia
0 comment
54 / 100

JAKARTA. Situasi di lapangan tidak selalu memberi waktu panjang untuk mengambil keputusan. Sebuah kejadian dapat berkembang cepat, kondisi lokasi dapat berubah, dan informasi awal dapat berkembang menjadi fakta baru begitu personel tiba di tempat kejadian perkara. Karena itu, Unit Reaksi Cepat (URC) reserse membutuhkan kemampuan membaca situasi sekaligus menentukan prioritas tindakan, bukan sekadar mobilitas tinggi menuju lokasi.

Kompetensi Teknis Jadi Fondasi Respons Awal

Kesiapan personel di lapangan tidak muncul begitu saja. Pelatihan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara di Dikbangspes Reskrim SPN Polda Riau melatih personel melaksanakan tindakan awal secara cepat, tepat, dan prosedural, mencakup teknik olah tempat kejadian perkara, pengamanan lokasi, pengumpulan barang bukti, hingga dokumentasi.

Pola pelatihan serupa berlangsung di Polresta Bandar Lampung, yang menekankan setiap personel, mulai dari petugas piket hingga tim identifikasi, harus memahami peran masing-masing dan bekerja terpadu di lokasi kejadian. Kesiapan semacam ini menjadi bekal ketika personel harus memutuskan langkah pertama begitu tiba di TKP, mulai dari mengamankan situasi hingga menjaga barang bukti agar tidak rusak atau hilang.

Kualitas Respons Teruji di Berbagai Kasus

Kapolda Kepulauan Riau Inspektur Jenderal Polisi Asep Safrudin, saat meresmikan Unit Reaksi Cepat Polda Kepri, menegaskan bahwa pelayanan cepat tidak hanya diukur dari kecepatan mendatangi lokasi kejadian, tetapi juga kecepatan menerima laporan, memberikan informasi, dan menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Praktik ini terlihat dalam sejumlah pengungkapan di berbagai daerah pada awal September 2026. Tim Unit Reaksi Cepat Reserse Mobil Polres Pinrang mengamankan seorang pria berinisial RB alias I atas dugaan pencurian sepeda motor, setelah menelusuri saksi dan mengembangkan informasi hingga menemukan lokasi tersangka dalam waktu singkat, sementara satu rekannya masih dalam pengejaran.

Kecepatan membaca situasi lintas wilayah juga terlihat ketika Tim Unit Reaksi Cepat Resmob Polres Pinrang berkoordinasi dengan tim serupa di Polres Parepare untuk mengamankan dua terduga pelaku penipuan berkedok penjualan pupuk dan herbisida, setelah korban dirugikan puluhan juta rupiah akibat barang pesanan yang tidak pernah dikirim. Koordinasi lintas wilayah dalam hitungan jam ini menunjukkan bahwa keputusan cepat tidak berhenti pada satu unit, melainkan melibatkan komunikasi antarsatuan.

Di Kabupaten Rokan Hulu, kecepatan serupa ditunjukkan Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hulu, yang menindaklanjuti informasi masyarakat hingga mengamankan seorang pengedar sabu beserta barang bukti dalam hitungan jam sejak informasi awal diterima.

Ketiga kasus ini memperlihatkan pola yang sama: keputusan yang diambil dalam hitungan menit di lapangan turut menentukan apakah barang bukti dan saksi kunci berhasil diamankan sebelum jejak hilang. Kecepatan menjadi efektif hanya ketika didukung kemampuan membaca situasi, bukan sekadar seberapa cepat personel tiba di lokasi. Begitulah reserse bekerja, siap bergerak sekaligus cermat mengambil keputusan, tanpa keluar dari koridor hukum yang berlaku. #ReserseBekerja

Sumber: Lemdiklat Polri, Tribratanews, Antara, Konteks

You may also like

Leave a Comment

Berita Terkini

SuaraUnggul by Suara Unggul team