Kapolres Agam Terima Penghargaan sebagai Penggerak Inovasi Polwan dan Role Model Kamtibmas Polri

by christine natalia
0 comment
54 / 100

SURABAYA — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak selalu bertumpu pada pendekatan penegakan hukum. Di Kabupaten Agam, kepolisian mengembangkan pola pemeliharaan kamtibmas dengan melibatkan unsur masyarakat serta mempertimbangkan nilai adat dan budaya yang hidup di tengah warga.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari kepemimpinan Kapolres Agam AKBP Masnoni, S.I.K., M.M. Dalam menjalankan tugasnya, ia mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat untuk membantu mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan persoalan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

Pola tersebut menempatkan komunikasi sebagai salah satu instrumen penting dalam pemeliharaan kamtibmas. Persoalan yang muncul di masyarakat tidak hanya direspons melalui tindakan kepolisian, tetapi juga diarahkan pada proses dialog dan musyawarah dengan pihak-pihak yang memiliki peran di lingkungan setempat.

Sejumlah unsur seperti ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, wali nagari, pemuda, dan tokoh masyarakat dilibatkan sebagai mitra dalam menjaga kondisi wilayah. Kolaborasi itu memungkinkan kepolisian memahami persoalan dengan mempertimbangkan karakter sosial dan budaya masyarakat Agam.

Pendekatan tersebut memiliki keterkaitan dengan falsafah Minangkabau, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.” Nilai tersebut menjadi salah satu konteks yang digunakan dalam membangun komunikasi antara kepolisian dan masyarakat tanpa mengesampingkan ketentuan hukum yang berlaku.

Bagi kepolisian, keterlibatan masyarakat juga memiliki fungsi preventif. Komunikasi yang terbangun sejak awal dapat membantu mendeteksi persoalan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Karena itu, kehadiran polisi di tengah masyarakat diarahkan tidak hanya untuk merespons gangguan keamanan, tetapi juga membangun hubungan yang memungkinkan persoalan dibicarakan secara terbuka.

Model kepemimpinan tersebut kemudian mendapat apresiasi melalui ajang 9.9 Awarding 2026 yang diselenggarakan Ketik.com di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Rabu (9/9/2026). AKBP Masnoni menerima penghargaan dalam kategori “Tokoh Penggerak Inovasi Polwan Polres Agam, Role Model Kamtibmas Polri Nasional.”

Penghargaan itu diberikan atas kiprah kepemimpinan, dedikasi, integritas, serta inovasi dalam mendorong pelayanan kepolisian yang dinilai humanis dan berorientasi pada persoalan masyarakat.

Selain aspek pemeliharaan keamanan, penghargaan tersebut juga menyoroti peran AKBP Masnoni sebagai polisi wanita dalam mengembangkan inovasi kepolisian. Peran tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan Polwan dapat mengambil posisi strategis dalam membangun pendekatan pelayanan yang dekat dengan masyarakat.

Dalam praktiknya, kehadiran langsung menjadi bagian dari upaya memahami kebutuhan warga. Dengan mendengarkan aspirasi masyarakat dan melihat persoalan berdasarkan kondisi sosial setempat, kepolisian memiliki ruang untuk merumuskan respons yang lebih sesuai dengan karakter wilayah.

Pendekatan ini juga memperlihatkan bahwa pemeliharaan kamtibmas merupakan pekerjaan bersama. Kepolisian tetap memiliki fungsi penegakan hukum, tetapi upaya menciptakan lingkungan yang aman membutuhkan dukungan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta kelompok masyarakat lainnya.

Kolaborasi tersebut menjadi semakin relevan ketika persoalan keamanan memiliki dimensi sosial yang kuat. Penyelesaian melalui komunikasi dan musyawarah dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah kesalahpahaman serta menjaga hubungan antarkelompok di masyarakat.

Meski demikian, penggunaan nilai adat dalam penyelesaian persoalan tetap ditempatkan dalam kerangka hukum. Dengan demikian, kearifan lokal berfungsi sebagai pendekatan sosial yang mendukung tugas kepolisian, bukan menggantikan proses hukum ketika suatu perkara memenuhi unsur tindak pidana.

Penghargaan yang diterima AKBP Masnoni pada akhirnya menjadi pengakuan terhadap pendekatan kepemimpinan yang menggabungkan kehadiran polisi, partisipasi masyarakat, dan pemahaman terhadap karakter daerah. Bagi Polres Agam, pola tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Semangat “Agam Basamo—Sakato Manjago, Basamo Mambangun” turut menggambarkan pentingnya kebersamaan dalam menjaga situasi kamtibmas. Melalui kolaborasi berbagai unsur, keamanan tidak hanya dipandang sebagai tanggung jawab aparat, tetapi sebagai kepentingan bersama yang perlu dirawat secara berkelanjutan.

You may also like

Leave a Comment

Berita Terkini

SuaraUnggul by Suara Unggul team