JAKARTA – Indonesia kini berada di persimpangan jalan menuju bangsa yang cerdas (intelligent nation). Dalam forum INTI Indonesia Technology & Innovation (11/08/2026), pemerintah menegaskan urgensi kolaborasi lintas sektor untuk membangun kedaulatan digital yang berdaulat, tumbuh, dan terjaga.
PT Qudo Buana Nawakara, sebagai perusahaan yang berfokus pada pengembangan sistem berbasis teknologi informasi dan Artificial Intelligence (AI), turut hadir dalam forum ini untuk menyelaraskan inovasi korporasi dengan Roadmap AI Nasional 2026-2029 yang dicanangkan pemerintah.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komdigi, Boni Pudjianto, yang mewakili Menteri Komdigi Meutya V. Hafid, menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi global. Saat ini, 80% organisasi dunia telah mengadopsi AI, namun pengembangannya masih sangat terpusat di Amerika Serikat dan Tiongkok.
Sinergi Teknologi dan Kedaulatan Data
Bagi PT Qudo Buana Nawakara, peran perusahaan teknologi bukan sekadar membangun infrastruktur IT, tetapi juga memastikan keamanan data dan penerapan AI yang bertanggung jawab.
Hal ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk menciptakan Trust by Design standar kepercayaan bersama yang mencakup pelindungan data, transparansi algoritma, dan akuntabilitas sistem.
Dalam forum tersebut, pemerintah menyoroti pentingnya tiga agenda kolaborasi nasional:
1. Infrastruktur Digital End-to-End: Memperkuat fondasi cloud, pusat data, dan keamanan siber.
2. Kapabilitas AI Nasional: Mendorong riset bersama dan pengembangan talenta digital yang memahami konteks bahasa dan budaya Indonesia.
3. Standar Keamanan dan Akuntabilitas: Membangun ekosistem yang melindungi subjek data di seluruh rangkaian pemrosesan.
Menjawab Tantangan “Meaningful Connectivity”
Indonesia kini beralih dari sekadar mengejar cakupan konektivitas menuju meaningful connectivity.
Dengan 235,2 juta penduduk yang terhubung internet, tantangan utamanya adalah kualitas, pemerataan, dan kecepatan layanan.
PT Qudo Buana Nawakara, dengan keahliannya dalam solusi IT end-to-end mulai dari web development, layanan cloud, hingga machine learning memposisikan diri sebagai mitra strategis bagi lembaga swasta maupun pemerintahan dalam memenuhi kebutuhan teknologi informasi yang makin kompleks.
Sebagai wujud nyata kontribusi teknologi dalam mendukung ekosistem digital dan keamanan nasional, PT Qudo Buana Nawakara menghadirkan berbagai solusi dan produk inovatif unggulan yang terintegrasi, meliputi:
– MediaHub Humas Polri: Layanan agregator resmi yang menyediakan konten foto, audiovisual, dan audio bagi masyarakat luas serta jurnalis untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pemberitaan.
– Multipool: Platform berbasis web yang memanfaatkan teknologi otomasi dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengumpulkan, menganalisis, serta menyajikan data secara komprehensif dari media sosial dan platform online.
– Silancar (Sistem Interaksi Lalu Lintas Aman, Nyaman, Cepat, Adaptif dan Responsive): Aplikasi yang dirancang khusus untuk mendukung petugas command center dan polisi lapangan dalam pemantauan kendaraan secara real-time, pelacakan lokasi berbasis peta digital, serta identifikasi perilaku mengemudi berisiko guna meningkatkan keselamatan di jalan raya.
– E-PPID: Layanan informasi keterbukaan publik yang menyediakan konten foto, audiovisual, dan audio untuk memudahkan masyarakat serta jurnalis mengakses informasi dan permintaan data resmi.
“Dunia usaha diharapkan mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi investasi yang berkualitas dan solutif,” ujar Boni Pudjianto dalam sesi keynote speech-nya.
Melalui integrasi antara keahlian teknis PT Qudo Buana Nawakara dan arah kebijakan pemerintah, Indonesia semakin optimis untuk bertransformasi menjadi bangsa yang berdaya saing di kancah global.
Dengan komitmen pada inovasi yang bertanggung jawab, Indonesia tidak hanya akan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga penentu arah perkembangan AI di masa depan.